1 jam ‘unik’ di jum’at siang

Jum’at siang selepas bertemu dengan mbak rara, customer service Bank Muamalat maskam yang teramat sangat ramah, kulanjutkan petualangan hari ini di kampus fapet tercinta. Dalam perjalanan aku berharap paling tidak bertemu dengan satu, dua makhluk angkatan 2004 yang teramat kurindukan akhir2 ini.

Sesampai di Bunderan fapet, seperti biasa kutengok arel parkir dosen dan kucari sebuah sedan civic hitam milik Prof Ismaya, dan Ya! itu dia.

Kulanjutkan perjalananku menuju tempat parkir yang masih terlihat agak kosong. Antara perpus dan gedung baru ??? hemm.. mana ya? gumamku.

Bismillah, ke gedung baru saja akhirnya kuniatkan untuk menuju ke salah satu lantai di gedung bercat putih yang kini sedang dipermak habis2san tersebut.

Tepat ketika aku melangkahkan kaki di depan kantin, tiba2 … “Mifta!!” teriak seseorang yang suaranya tak asing lagi bagiku.

Kucari dari mana arah suara itu ke seluruh pelosok kantin, namun tak kutemukan orangnya. Celingukan, seperti orang hilang, ya itu yang kurasakan. Dengan setengah berlari, orang tersebut menghampiriku. Seperti biasanya, dia selalu bertanya dengan kata..

“….say, hari ini kamu…bla-bla- bla..” yang intinya adalah permintaan tolong. Dan seperti biasa pula, aku pun menganggukkan kepala pertanda mau dimintai tolong. Akhirnya kamu berdua menuju sebuah lantai yang selama ini memang menjadi tempat kami bernaung.

Sayang sekali, orang yang sama-sama kami cari tidak ada ditempat, sembari menunggu, permintaan tolong dari orang yang berbeda datang lagi.

“Tolong ketik dan print kan soal ujian ini ya…”

” Baik pak…”

Begitulah kiranya.

“Pakai flash mu saja ya…” kataku pada teman ku itu

“oke”, jawabnya sembari mengeluarkan flash dari dalam tasnya.

“wow !!bajumu terbuka sekali” celetukku ketika melihat selintas foto yang terpampang di dalam flash nya.

“he…he…iya mif, dulu bajuku kayak gitu semua..” jawabnya polos.

Tapi ternyata tak berhenti sampai disitu, tanpa kukomando mengalirlah sendiri ceritanya.

Sebuah cerita yang benar-benar diceritakan oleh orang yang mengalaminya sendiri, sungguh seumur hidup aku hanya bisa mendengar dan melihat kejadian demi kejadian yang ia ceritakan di layar televisi.

” dulu hampir tiap malem mif…” katanya

dan terusannya adalah ..hampir tiap malam aku clubbing

“dulu hampir tiap hari mif…” ceritanya

dan terusannya adalah…hampir tiap hari aku pulang pagi bahkan sempat tidur di jalanan

“dulu hampir tiap waktu mif…” sambungnya

dan terusannya adalah…tiap waktu pasti mabuk

“dulu juga aku hampir mif…” tambahnya

dan terusannya adalah… hampir mandul karena rahimnya kering sebagai akibat terlalu sering “minum”

Tak henti2 nya aku beristighfar, dan “ada ya orang sepertimu , dan ini nyata?” tanyaku polos. Karena sungguh tak pernah kusangka dia punya masa lalu yang tak pernah terpikirkan olehku akan diceritakannya padaku sebelumnya.

“Jadi yang sekarang ini ??”

“Ya, ini diriku yang sekarang, aku bisa lepas dari semuanya. Selama 3 tahun aku hidup seperti itu, dan aku beruntung masih diberi umur untuk bisa memperbaiki diriku.”

“Untung aku belum dimatikan saat itu ya, ha..ha…” katanya sambil tertawa.

Tawa yang dipaksakan pikirku,,,

Sempat terpikir olehku saat itu, okelah insya Allah aku tidak melakukan hal2 yang pernah dilakukannya, tapi…dosa2 kecil harian yang kubuat?? Sudah berapa ratus istighfarmu hari ini mif ?? Sudah berapa kali taubat2 yang kau lakukan mif dan sudah berapa banyak amalan shalih yang kau kumpulkan selepas kau melakukan maksiat mif ??

Tidak malukah kamu mif ??

Hati ini seolah-olah menghakimiku.

Dia yang baru saja mengenal ajaran yang mulia ini, bisa merubah dirinya sedemikian rupa.

Dia yang baru saja mengenal dan menikmati ibadah barunya, berusaha untuk jauh-jauh dari masa lalunya.

Dia yang baru saja tertimpa banyak cobaan, tetap berusaha untuk mendekatkan diri kepadaNya..

Dia…adalah sahabatmu, mad’u, sekaligus gurumu mif…

Sungguh satu jam yang ‘unik’ di jum’at siang…

That’s What Friends Are For

That’s What Friends Are For

And I, never thought I’d feel this way
And as far as I’m concerned
I’m glad I got the chance to say
That I do believe I love you


And if, I should ever go away
Well then close your eyes and try
To feel the way we do today
And then if you can remember


Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For/In good times and/in bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for




Well you came and opened me
And now there’s so much more I see
And so by the way I thank you

And then, for the times when we’re apart
Well then close your eyes and know
These words are coming from my hearts
And then if you can remember


Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For/In good times and/in bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for