Father and Son

It’s not time to make a change,
Just relax, take it easy
You’re still young, that’s your fault,
There’s so much you have to know
Find a girl, settle down, if you want you can marry
Look at me, I am old but I’m happy

I was once like you are now
And I know that it’s not easy
To be calm when you’ve found
Something going on
But take your time, think a lot, why think of everything you’ve got
For you will still be here tomorrow but you dreams may not

How can I try to explain, ‘cos when I do he turns away again
It’s always been the same, same old story
From the moment I could talk, I was ordered to listen
Now there’s a way and I know that I have to go away
I know, I have to go

All the times that I’ve cried keeping all the things I knew inside
It’s hard, but it’s harder to ignore it
If they were right I’d agree, but it’s them they know, not me
Now there’s a way and I know that I have to go away

Don’t be lebay…

Lebay banget sih kamu…

Idiiiih lebay !

Woy …jangan lebay dong

Lebay…lebay…dan lebay… Agaknya kata-kata itu sering sekali meluncur di bibir-bibir manusia jaman sekarang, dimanapun ia berada. Coba kita tengok Kamus Besar Bahasa Indonesia,suerr..ndak bakalan deh ketemu apa itu artinya. Ya…itulah kreativitas manusia jaman sekarang. Sudah jelas punya bahasa nasional yang kaya kosakata, tetep saja masih kurang. Alhasil terciptalah si ”Lebay” itu tadi. Entah siapa orang pertama yang memunculkan kosakata baru itu, yang jelas saya hanya mensitasi arti lebay dari seorang anak SMP Negeri di Jogjakarta yang kebetulan adalah murid saya (Sekali-kali nimba ilmu dari murid sah-sah saja kan??) Kalau kata orang jawa ”kebo nusu gudel” yang artinya guru itu sah-sah saja menimba ilmu dari muridnya. Tapi saya ya tetaplah saya, bukan kebo,. Ogah banget disamain sama kebo.

Jadi begini, murid saya berkata bahwa lebay itu artinya berlebihan. Berlebihan dalam berkelakuan, jadi lebay tidak berlaku dalam hal makan-memakan, minum-meminum, dan hal-hal sejenis. Atau lebih tepatnya lebai itu mirip dengan membesar-besarkan sesuatu yang kecil dan tidak penting. Hemm…begitu ya…baru tahu.

But…wait !! Perkara lebay ternyata diatur juga dalam islam. Subhanalloh…tak salah memang ketika islam datang dan menjadi rahmatan lil ’alamin. Sampai-sampai masalah lebai pun dibahas. Bedanya, lebai dalam islam lebih general. Tidak hanya lebai dalam berkelakuan, tetapi juga lebai dalam hal makan dan minum, berpakaian, harta, dan perkara lainnya. Nih simak baik-baik beberapa ayat yang membahas tentang lebay.

QS. Al An’aam :141

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan

QS. A’raaf : 31

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjidmakan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan, Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

QS. Ali ’Imran : 147

Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kamidan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Tuh kan banyaaak…itu baru beberapa ayat saja, masih ada lagi yang lain. So…lebay itu luas cakupannya, bahkan hampir seluruh sendi kehidupan kita tak jarang terbentuk dengan ke ‘lebay’ an. Mulai dari bangun tidur sampai kita tidur lagi, pasti banyak ke ‘lebai’ an yang kita lakukan. Mungkin sebelum bangun tidur juga sudah pada lebay alias tidurnya kebablasan.

Ternyata bukan hanya kita-kita saja nih yang ’eneg’ dengan orang-orang yang lebay, Allah pun demikian. Bedanya, kalau Allah memberi solusi sedangkan kita tidak. Buktinya di surat Ali ’Imran ayat 147, Allah memberikan teks doa yang bisa kita pakai dikala sedang lebai atau menjelang lebai (he..he..). Ha ?? menjelang lebai ?? Maksudnya ??

Iya, menjelang lebay. Ketika kita ingin melakukan sesuatu yang berlebihan pasti akan terlintas dan dikonsultasikan dulu diotak. Bagaimana kita bisa membuat orang sampai ’ngakak-ngakak’ karena kelebayan kita bukanlah sesuatu yang natural muncul bukan ? Pasti ada sekian persen yang dicreate sedemikian hingga menjadi sesuatu yang bernilai lebay.

Allah menyuruh kita untuk tidak lebay bukan semata-mata berupa larangan saja, ternyata ada hikmah yang besar disana. Coba banyangkan saja, ketika ada seseorang yang sangat kaya, dan mengenakan perhiasan disetiap jengkal bagian tubuhnya, ya…ibarat toko berjalan gitu. Siapa yang tidak eneg coba ? Trus…ada orang yang berlebihan dalam bercanda, taruhlan sejam ia bercanda, apa iya kita bakal ngakak-ngakak sejam penuh. Pastinya didunia ini segala sesuatu sudah ditempatkan dan diukur sebagaimana mestinya. Lebih sedikit atau kurang sedikit saja bisa berakibat fatal, jelas mungkin terjadi. Itulah bukti kekusaan Allah. So..sebagai sesama makhluk hidup ni, sama-sama don’t be lebai yuuuk.