Si Biang Rusuh !

Si Biang Rusuh
Ah, menyebut namanya saja saya enggan.

Sempat tulisan ini akan saya bikin untuk diikutkan dalam lomba Xenophobia-nya Mbak Wayan Lessy (wayanlessy.multiply.com), namun apa daya ide tinggalah ide. Waktu dan kesempatan pula yang akhirnya menentukan tulisan ini baru dibuat malam ini.

Ya, Si Biang Rusuh. Siapa lagi kalau bukan mereka ? Yahudi-Israeli !
Lagi-lagi mereka bikin rusuh dan membuat Gaza kembali memanas.

Sempat tersenyum dan turut mengaminkan saat kemarin malam membaca sebuah hashtag #PrayForIsrael yang setelah dirunut ternyata dipanjangkan menjadi #PrayForIsraelToBeDestroyed.

Dan malam ini,
akhirnya gatel juga untuk curcol di sini tentang pengalaman saya dengan si biang rusuh itu. Lebih tepatnya pernah menjadi korban kelicikan mereka. Suer deh, betul-betul panas-dingin saat itu. Jantung saya berdegup sangat kencang antara takut dan over berani menghadap si biang-biang rusuh. That’s why ingin sekali rasanya saya ikutan lomba Xenophobianya Mbak Lessy itu, karena setelah kejadian itu saya betul-betul merasakan kebencian yang lebih mendalam kepada si biang rusuh.

Tanya kenapa ?
Begini,
Jadi saat itu ceritanya saya sedang jalan dengan seorang teman di sebuah jalan di kota London. Setelah keluar dari salah satu london underground station di luaran sana nampak banyak pedagang yang menjajakan souvenir dengan aneka jenis dan harga. Karena saya termasuk cewek modis (baca: modal diskon dan modal gratis) Ups ! Maka otomatis mata saya dengan liarnya mencari-cari dan membandingkan harga tiap souvenir di setiap toko/penjual yang berbeda.

Ah, tidak banyak perbedaan harga yang signifikan ! batin saya.

Dan teman saya pun mengajak untuk mendekati kumpulan 3 orang penjaja souvenir yang kelihatannya sangat atraktif dalam mempromosikan barang dagangannya. Teman saya yang sudah hampir 3 tahun tinggal di UK pun hafal siapa mereka. Menurut hasil investigasi dia dan temannya, mereka ada sekumpulan orang israel yang sudah beberapa tahun berjualan di sana. Agak ilfil juga sih sebetulnya tuk mendekati mereka.

Tapi kok harga souvenirnya rada murah-an ya ? hehe…

Mendekat dan bertanyalah saya pada salah seorang penjaja-nya. Saya dan teman berusaha menawar gantungan kunci dengan harga yang sama namun meminta jumlah yang lebih.

Yeah, Deal ! *akhirnyaa.

Saatnya tiba untuk membayar. Barang yang saya beli pun sudah dimasukkan ke kantong kertas dan saatnya si penjual menyerahkan uang kembalian.

Lho eh ?! Kok segini kembaliannya ?
Saya protes dooong, lha wong sudah kesepakatan kalo saya bisa mendapatkan souvenir lebih dengan harga tetap karena sudah deal dalam tawar-menawar sebelumnya.

Dengan nada dan gesture memaksa, tu penjual (kayaknya leader-nya) kekeuh untuk mengembalikan uang saya dengan jumlah yang tidak sesuai. Dan kami pun mencoba menjelaskan dengan baik-baik bahwa saya dan temannya (penjual yg lain di tempat yang sama) sudah ada kesepakatan sebelumnya. Tapi tetap saja dengan gaya sok manis dan rada maksa, dia ngotot dengan opininya.

Wah, bener-bener ngajak berantem nih orang.

Apalagi dalih yang dia berikan adalah bahwa temannya yang tadi membuat kesepakatan penjualan dengan kami itu tidak fasih berbahasa inggris, sehingga mungkin ada miskom diantara kami.

Wueaaalaahh, miskom dari hongkong. Lah kami aja pas nawar juga sempat ‘gojeg’ kok dengan temannya itu. Dan dengan clear alias fasihnya dia ngobrol ber-english ria. Dasar licik bener tuh orang, adaaa aja dalihnya. Pinter berkelit !

Teman saya yang emosinya sudah mencapi tingkat dewa, akhirnya mengambil kantung kertas berisi souvenir yang saya beli itu ke si penjual lalu meminta uang saya kembali dan kami putuskan untuk tidak jadi membeli di sana.

And you know what ?

Si penjual yang kayaknya leadernya itu malah ngajak perang mulut. Adaaaa aja alasan dan dalihnya untuk berkelit. Ada kira-kira 10 menit kami berdebat dengan dia. Yang pada akhirnya dia mengembalikan uang saya dengan kasar dan menyumpahi kami dengan berondongan sumpah serapah yang betul-betul membuat kuping saya panas dan jantung semakin dag-dig-dug.

Terang aja kuping saya panas. Lha dia menyumpahi kami tepat di kuping dan di muka kami sembari menuding-nuding kami. Kami sudah berjalan menjauh beberapa meter pun, dia masih saja menyumpahi kami, mana pake bawa-bawa agama pula. Huufffh !

Jujur saja, sebetulnya saya takut bukan kepalang saat itu. Kata-kata kasarnya itu masih terngiang-ngiang kira-kira sepekan-an lah selama di UK.

Trauma kali ya ?? Entahlah.

Yang jelas saya semakin benci sama si biang rusuh itu. Si penjual rese’ itu memang betul-betul si biang rusuh. Hasil investigasi teman saya dan rekan-rekannya telah membuktikan bahwa penjual itu memang betul-betul golongan biang rusuh. Sebetulnya sih secara wajah sudah kelihatan kira-kira berasal dari ras mana. Cuman terkadang kan nggak bisa juga men-generalisir tipe wajah untuk diklaim pada golongan/ras tertentu.

Sungguh tidak terbayang oleh saya jika di Bumi Jihad sana, anak-anak kecil Palestina bahkan sudah terbiasa berhadapan dengan si biang rusuh yang bersenjata lengkap. Dan dengan gagah beraninya mereka membela agama dan tanah kelahirannya untuk satu tujuan, Allah Ya Rabbul ‘Izzati.

Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum, anugerahkan kpda kami kesabaran memegang teguh agama-Mu & wafatkan kami dalam keadaan Muslim.

Sejenak ingin berucap,
“Allahummanshur ikhwaananal mujaahidiina fii Ghaza wa fii kulli makaan. Ya Rabbal Mustadh’afiin, Ya Rabbal ‘Arsyil ‘Azhiim..”

Image

Mifta P. Rachman
November 2012

Gambar di ambil dari sini 

8 thoughts on “Si Biang Rusuh !”

      1. and you know what.. from that comment aku wis nduwe feeling kalian jodo.. believe it or not.. ahahaha

        kaya toffan & ade, aku wis feeling ket jaman setahun yg lalu.. tapi aku ga ngomong sopo2 gur mbatin.. qeqeqe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.